Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

SYUF'AH

Syuf’ah menurut lughot atau bahasa adalah berkumpul (menghimpun). Adapun menurut syara ialah hak memiliki sesuatu secara paksa, yang tetap bagi anggota serikat terdahulu  lalu dijual kepada anggota serikat yang baru dengan sebab adanya syirkah (bersekutu atau berserikat).

Hukum Syuf’ah diberlakukan untuk menanggulangi bahaya. Sebagian ahli, mengartikan Syuf’ah dengan arti berkumpul, sebagian lagi mengartikan dengan pertolongan. Syuf’ah hukumnya wajib bagi anggota serikat, dilakukan karena percampuran yang terpencar antara hak milik dan pemanfaatan, bukan disebabkan percampuran secara bertentangan. Contoh : A dan B membeli tanah 1 hektar dengan harga Rp.1 juta (A Rp.500.000 dan B Rp.500.000), dan ternyata tanah bagian B dijual kepada C dengan harga Rp.500.000. Melihat situasi itu, A boleh melakukan Syuf’ah terhadap C, dengan cara membeli bagian yang telah dibeli C dari B dengan harga yang sama. B (Syarik Qodim), anggota serikat terdahulu C (Syarik Hadits), anggota serikat yang baru. Berlakunya…

GHOSAB

Ghosab menurut lughot atau bahasa adalah mengambil sesuatu tanpa izin pemiliknya secara terang-terangan. Sedangkan menurut syara ialah menguasai hak orang lain secara paksa.

Termasuk dalam kategori Ghosab, yaitu menguliti kulit bangkai yang bukan tergolong harta. Pemilikan dengan cara paksa (aniaya), tidak meliputi hak atau memiliki harta orang lain dengan cara akad. Barang siapa yang melakukan Ghosab (mengambil alih hak orang lain) berupa harta, maka ia wajib mengembalikan harta tersebut kepada pemiliknya, walaupun ia harus menanggung beban pengembalian dengan harga yang berlipat ganda. Dan membayar ganti rugi apabila barang yang di Ghosabnya berkurang, misalnya menggosab pakaian, kemudian pakaian itu dipakainya hingga rusak atau sobek akibat dipakai, maka ia wajib mengganti kerugian tersebut. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa mengambil alih kekuasaan secara paksa dari orang lain disebut Ghosab, ada juga yang menyebutnya dengan kudeta. Dan barang yang telah di Ghosab, wajib dike…

ARIYAH

‘Ariyah adalah mengizinkan pengambilan manfaat dari pihak yang meminjamkan barang yang halal dimanfaatkan, serta bentuknya atau barang yang dipinjamnya harus dalam keadaan utuh.

Dengan kata lain, ‘Ariyah adalah meminjamkan sesuatu barang yang halal untuk diambil manfaatnya, tanpa ada buruhan atau jasa, serta dalam keadaan utuh. Rukun ‘Ariyah ada 4, yaiitu : Mu’ir, orang yang meminjamkanMusta’ir, orang yang meminjamMu’ar, barang atau benda yang dipinjamShighot, kata-kata yang menunjukkan pinjam meminjamSyarat untuk Mu’ir ada dua, yaitu : Niat bersedekah karena AllahMu’ir adalah orang yang memiliki hak penuh terhadap manfaat barang yang dipinjamkanApabila orang yang tidak sah Tabarru’nya (Tabarru’ adalah bersedekah karena Allah), contohnya seperti anak kecil atau orang gila, maka tidak sah meminjamkan sesuatu. Apabila orang yang tidak memiliki hak penuh terhadap manfaat suatu barang atau benda, maka ia juga tidak sah meminjamkan barang tersebut, contohnya seperti Musta’ir, Mu…

IQROR

Iqror menurut lughot atau bahasa artinya adalah menetapkan sesuatu, adapun menurut syara ialah memberi tahukan akan sesuatu orang lain yang ada pada dirinya atau menjadi tanggungannya.

Rukun iqror ada 4, yaitu : Muqir, adalah orang yang beriqror atau orang yang mengakuMuqorlah, adalah orang yang haknya ada pada muqir, atau orang yang haknya menjadi tanggungan muqirMuqor bih, adalah perkara atau sesuatu hal yang diakui oleh muqirShighot, adalah kata-kata yang menunjukkan iqrorMuqorbih terbagi 2 bagian, yaitu : Hak Allah, contohnya : mencuri, zina, dllHak adami (hak sesama manusia)Iqror (pengakuan)yang berhubungan dengan hak-hak Allah, sah dicabut kembali, misalnya orang yang mengaku zina tapi kemudian mencabut atau menarik kembali pernyataannya atau pengakuannya dengan mengucapkan : “aku telah berdusta dengan pengakuanku tentang diriku.” Dan sunah hukumnya mencabut kembali iqror (bagi yang telah mengucapkannya), bagi orang yang beriqrar terhadap hakkullah, padahal …

BAHASA ARAB

Bahasa Arab dan bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang sudah diakui oleh seluruh negara di dunia. Bahkan dua bahasa ini sudah menjadi bahasa resmi utama PBB. Hampir dua per tiga penduduk dunia memakai dua bahasa internasional ini. Oleh karena itu, tidak salah jika para cendekiawan mengatakan, “Dengan menguasai bahasa Arab dan Inggris, kita akan menguasai dua kehidupan dunia.”
Sejak bahasa Arab diturunkan hingga sekarang, banyak pengamat yang menganggap sebagai bahasa yang memiliki standar ketinggian dan keelokan linguistik tertinggi yang tiada taranya (The supreme of linguistic excellence and beauty). Bahasa Arab dianggap sebagai bahasa yang tidak akan luntur oleh zaman, sampai kapanpun. Ada pengamat yang mengatakan bahwa, “Seandainya dunia ini tidak akan pernah Kiamat, maka satu-satunya bahasa yang tidak akan luntur adalah bahasa Arab.” Berikut adalah sebagian kelebihan bahasa Arab jika dibandingkan dengan bahasa yang lain, antara lain : Memiliki banyak sinonim. Se…

KEMBALI KEPADA AL-QURAN

AL-QUR’AN BUKAN KARYA NABI            Banyak orang Barat yang berpendapat dan menyangka, bahwa al-Qur’an itu hasil kecerdasan (baik itu IQ, EQ, maupun SQ) Nabi Muhammad. Hal dan anggapan itu tentulah sangat salah sekali jika kita jawab menurut penuturan agama. Tapi bagaimanakah logika Muslim berjalan ketika ada pendapat seperti itu? Tentulah beberapa penjelasan dibawah ini bisa kita gunakan untuk menyanggah pemikiran mereka.             Jika al-Qur’an adalah buatan Nabi Muhammad, lalu mengapa ketika terjadi berita bohong yang disebarkan oleh kaum munafik bahwa Siti Aisyah selingkuh dengan Shofwan bin Mu’aththal As-Sulami untuk merusak citra Rasulullah dan Abu Bakar r.a., Nabi Muhammad tidak langsung membantah berita tersebut, tapi beliau menunggu jawaban dari Allah sampai akhirnya turun surat An-Nur? Kalau al-Qur’an itu datang dari Nabi Muhammad, mengapa harus menunggu satu bulan dalam kesedihan, bukankah beliau bisa langsung membantah kabar itu?             Atau, ketika perang tab…

SURAT UNTUK GURU

Gambar